RSS Feed
Showing posts with label my words. Show all posts
Showing posts with label my words. Show all posts

Sang Waktu yang Nampak Melunak

Posted by datu Label: ,

Rabu 30 Mei 2012


20.00


" Gilak, malam ini ngelembur nih buat ngejar batas akhir pengumpulan"


21.30


"Brur, kayaknya ga bisa beres malem ini, dilanjutin besok aja toh masih sampai jam 12 malam"


"Ok, besok ngampus pagi yak, jam 7 an lah kita ngerjain dari pagi"


"Ok"


---------------------------------------------------------------------------------------------
Kamis 31 Mei 2012


09.00


"Beres kuliah aja lah ya beresinnya - jam 11 mulai,  jam 4 kita minta direview sama bos di lantai 3"


"Ok, asal ga wacana lagi aja"


11.00


"Wah gw ada kerjaan dari bos di lantai dasar nih coy, lo beresin kontur ya, ntar kalau bisa cabut gw cabut deh, pakai laptop gw aja"


"Yo, "


15.00


"Gimana bro? Belum dapet nih gw typical value nya, si bos lantai 3 belum ada bukunya trus nyuruh kita pakai nilai yang ada di de Fetter aja"


"Gw juga belum beres nih, tapi santai lah tadi temen kita ada yang nelpon panitianya katanya bisa diundur sampai tanggal 7 ngumpulinnya"
"Kawan kita ini juga masih disuruh revisi sama bos gedung depan kok"


"Serius, diundurr??, ok sip lah tapi beresin aja secepetnya ntar malem beres konturnya ntar gw yang olah datanya deh, besok siang kita ke lantai 3 buat konsultasi sama Pak Bos"


"Ok"


23.59



dan







Waktu pada hari ini terkesan sangat lunak, dan nampaknya saya agak menyalahgunakan kelunakan waktu, dengan menulis di blog ini salah satunya :).

Komitmen

Posted by datu Label: ,

Sebagian manusia cenderung untuk mengikuti hukum termodinamika (ga tahu yang keberapa), yaitu hidup bebas. Kebebasan yang memiliki makna sangat absurd membuat definisi dari kata ini sangat kabur. Menurut saya kita belum bisa mendefinisikan kebebasan, sebagian hanya bisa membatasi maknanya saja tetapi yang lain hanya mampu menerimanya.
...

Pagi ini saya terbangun dengan semangat yang tidak terlalu ok. Mencoba menata ulang berbagai hal yang ada di kepala (euforia mempelajari sequence stratigraphy, himpitan tugas yang telah ditunda untuk beberapa minggu, UAS yang mau datang menjelang, dan beberapa perasaan yang susah didefinisikan) ,membuat laptop dan dunia maya menjadi pengalih perhatian yang sempurna, browsing film-film yang belum sempat ditonton, skiming facebok page, memasang jadwal UAS sebagai background, dan membuat tulisan di blog.

Sempat saya sadari juga ternyata pagi hari yang seperti itu adalah pagi yang tidak produktif, dalam waktu 3 jam tidak ada yang bisa saya hasilkan - mungkin hanya beberapa film bagus yang layak untuk ditonton yang berhasil saya download, tetapi selebihnya adalah pure wasting time. 

Ketidakproduktifan ini setelah saya liaat lebih jauh meungkin adalah bagian dari efek kebebasan yang mengganggu otak saya. Ketidakproduktifan akibat terbelenggu oleh kebebasan, mungkin lebih bisa menggambarkan.

Hufff, manusia memang super aneh, (saya juga bagian dari 4 milyar barisan freak squad ini). Kebebasan yang diharapkan sebagai sebuah kondisi 'stable' menjadi sebuah belenggu untuk produktifitas bagi sebagian orang seperti saya.

Mungkin sudah selayakanya saya mendeklarasikan Commitment is the new Freedom, kadang sebuah ikatan yang 'pas' adalah sebuah kebebasan yang lebih tepat daripada sebuah kebebebasan yang saat ini ada dalam bayangan saya.
...

agak sedikit tidak jelas dan absurd kemana arahnya, ya tetapi itulah saya hitam, gempal, absurd, tetapi baik hati. :p

Selamat Menikmati Bulan Desember

berdiam dalam dilema

Posted by datu Label: , ,

tempo melaju tak terbendung
mengiringi langkah sepi mangalun
terpekur raga menatap dilema
memandang visi yang tampak selalu sama

rasa di jiwa telah tersaturasi
cipta dan karsa pun tak nampak berbeda

tertegun raga dalam tanya
akan jiwa yang terus berdiam dalam dilema

api yang mengurai jawabnya
akan jiwa yang terus berdiam dalam dilema

hangat terbakar dalam diam
menuai senyum-senyum kehampaan
mengisi cercah-cercah cahaya dalam gulita

dalam kehangatan dan cercah cahaya semu
jiwa pun hanya termanggu
tak mampu beranjak melepas dilema

jiwa yang terdiam dalam dilema
jiwa yang terjerat api dunia

Pertama#1

Posted by datu Label: , , ,

Pengalaman pertama pasti akan selalu meninggalkan kesan yang tak terlupakan. Malam pertama, ciuman pertama, dan banyak hal lain. Tak heran di tahun 90-an banyak musisi kita membuat lagu yang banyak berkisah tentang pengalaman pertama mereka. Kali ini aku akan menceritakan pada kalian pengalaman pertama ku, perkenalan pertama ku dengan blog. Sesuatu yang sempat menyita pikiranku 5 tahun yang lalu, sempat hilang, 2 tahun yang lalu muncul lagi, hilang, dan akhirnya beberapa bulan yang lalu kambali menyita pikiranku.

SMP adalah saat yang cukup spesial dalam kehidupanku, saat itulah aku berkenalan dengan teknologi yang saat ini menjadi penopang utama perputaran informasi di dunia, ya aku berbicara tentang internet dan khususnya web (God bless Tim Berners Lee). Game online merupakan katalis perkenalan kami, saat itu Ragnarok merupakan fenomena tersendiri di kalangan kawan-kawan ku, (populer di kalangan geek mungkin lebih tepat). Fenomena tersebut mendorongku untuk ikut mencobanya, merasakan sentuhan langsung dari game yang sangat adiktif kala itu. Seorang kawan menawarkan diri untuk menjadi perantara dalam perkenalan kami. Long story short aku mulai terjerumus dalam dunia maya .

Perkenalan awal tersebut membawaku berkenalan dengan berbagai teknologi lain seperti mesin pencari, dan tentu saja blog.

......bersambung


notes:
tulisan seperti ini cukup jarang tampil dalam blog-blog saya terdahulu, dan mungkin kawan-kawan menyadari sedikit perubahan gaya bahasa yang digunakan dalam blog ini. Satu alasan yang cukup tepat adalah...... eksperimen!


enjoy :)

Cerita Secangkir Kopi

Posted by datu Label: , , , ,

"On the eighth day God created coffee"

Kopi memiliki cerita tersendiri dalam hidup setiap orang, aku pun demikian memiliki cerita tersendiri tentang secangkir minuman yang sering menemani ku menghabiskan malam pertempuran dengan tugas-tugas kuliahku. Sebagai seorang penikmat kopi, aku belum memiliki jam terbang yang cukup tinggi layaknya kawan-kawan kos ku.

Di antara semua jenis kopi, kopi luwak merupakan legenda tersendiri dalam dunia perkopian. Mengalami proses fermentasi dalam tubuh luwak, membuat kopi ini memiliki rasa yang khas dan berbeda. Namanya yang sudah melegenda di dunia perkopian membuat semua penikmat kopi menganggap kopi luwak ini adalah tahap paling paripurna dalam menikmati kopi. 


Aku pun demikian, tak sabar rasanya ketika tahu bahwa tahap paripurnaku akan segera tiba. Suatu hari seorang kawan menawariku secangkir kopi luwak buatannya. Aroma kopi yang menusuk hidung membuat pikiranku sejenak melayang membayangkan cita rasa yang nanti akan ku kecap, 'amboi nian' pikirku.


Seteguk demi seteguk kopi legendaris itu melwati kerongkonganku, ku kecap dengan rasa penasaran dan penuh harap, tetapi entah kenapa sedikit rasa kecewa merasuki pikiranku. "Tak senikmat cerita orang-orang," otakku berteriak dalam diam. Aku terus mencecap sambil berusaha menceran semua rasa yang hinggap di lidahku.


Kawan-kawanku mulai melihat ekspresi kecewaku, "Gimana rasanya, dat?" mereka bertanya. Sambil nyengir dan sedikit tertawa aku menjawab, "ga tau nih mas, lidahku belum layak merasakan cita rasa semahal ini nampaknya, kok gak kerasa ya bedanya?"
Gelak tawa membahana di ruang communal kos ku. "Wah amatir lo dat, barang sebagus ini kok ga kerasa nikmatnya" celoteh kawanku. "Yah tak apalah" otakku berkilah, mungkin masih terlalu cepat 10 tahun perjalanan per-kopi-an ku untuk mencapai paripurna.

salam, :)

words of TRASH TALK of the world

Posted by datu Label:

Menjadi manusia yang seutuhnya bukan merupakan suatu hal yang akan dicapai dalam kehidupan manusia.
Sebuah paradoks memang. Apa artinya kehidupan ini jika dalam kehidupan yang kita jalani kita tidak akan mencapai keutuhan yang sesungguhnya.
Manusia mungkin bertanya, dan dunia tidak akan selalu menjadi tempat untuk menemukan jawabnya.
Seorang brilian akan terus belajar, tetapi dunia tidak akan pernah menjadi guru yang sempurna.
Saya sedang heran dengan pergumulan yang saya hadapi dalam kehidupan saya ini. Saya sering menetapkan target, tapi entah kenapa sebagian besar terget yang secara 'serius' saya deklarasikan malahan tidak tercapai.
Saya punya target bisa mendapat nilai bagus di suatu mata kuliah tapi di kuliah ini saya mendapatkan hasil yang tidak memuaskan.

FYI, teman-teman saya sering men-copy tugas milik saya, tapi apa kata dunia (apa kata nilai tepatnya!) mereka yang seorang plagiator mendapat nilai yang lebih bagus dari saya....wah
Ini hanya contoh kasus, banyak hal yang mungkin teman-teman alami serupa, teman-teman memberikan harapan pada dunia ini tapi apa yang Dia berikan, pemenuhan kah, ? Sayang sekali, tidak.

Memang, kita sebagai manusia sering berpikir, untuk apa sebuah dunia diciptakan, dan manusia ditempatkan di dalamnya ketika tidak semua yang manusia harapkan tentang dunia ini tidak tercapai.
Seorang Filusuf menjawab, tetapi
jawaban seorang filusuf akan selalu filosfis, idealis, bahkan kadang pragmatis, tapi untuk itulah mereka ada. Mengingatkan manusia tentang sebuah konsep yang ideal, yang mulai terlupakan oleh manusia.
Mereka berkata tentang fenomena ini; "Apa hak manusia menuntut dunia, dunia bukan diciptakan untuk manusia, tapi kitalah yang diciptakan untuk mengisi dunia."

Memang benar apa kata, manusia-manusia idealis itu. Apa hak kita? 
Kawanku, ketika kamu membaca ini kamu akan merasa aneh, seolah-olah tulisan ini menyarankan kita untuk menyerahkan semua, tidak membuat target, dan berjalan tanpa arah. Bukan itu kawan!

Saya teringat perkataan seorang manusia yang sejak awal kehidupan saya, menjadi salah seorang yang paling berarti dalam hidup saya, dulu sekarang, dan kelak.
Beliau selalu mngatakan ini kepada saya, pada saat saya mengalami kegagalan.
"Jadi orang itu harus mampu menerima keadaan, Tuhan pasti punya jalan yang terbaik buat kamu."
"Kamu boleh mengira, apa yang menjadi target mu adalah jalan terbaik untuk hidupmu, tapi kamu ini cuma seorang manusia nak!"

Jadi kejarlah cita-cita mu kawan, jangan putus asa! Dunia sudah tahu apa yang terbaik untuk menjadi bagian dari perjalanan hidupmu.


(ketika membuat tulisan ini saya sedang membangkai //nganggur// di TVST, jaga pendaftaran presiden KM. Sudah ada 3 pasangan calon pemimpin KM yang bersalaman dengan saya... hahaha entah apa jadinya mereka kelak, ya udah lah yang penting I'm on your command sir!------- sorry kalo tulisan ini ngaco, ya kalau ga ngaco ini bukan tulisanku kawan)