RSS Feed

Senin 13 Mei!

Posted by datu

Sudah lama aku kehilangan antusiasme, tapi entah kenapa malam ini sesuatu menggugah aku kembali

Kembali hidup, setelah sekian lama menjadi patung yang termakan rutinitas menjemukan khas mahasiswa pengangguran

Obrolan panjang penuh ambisi yang sudah lama tak kulakoni tiba-tiba mengahanyutkan aku kembali setelah sekian lama

Ide-ide gila, bualan-bualan panjang penuh idealisme, lelucon hambar, dan sebuah harapan mulai merasuki pikiran

Aku yang kata orang sudah mulai tak berpijar lagi, senin ini harus bergairah lagi,

Sapaan kawan yang lagi kasmaran melecutkan sedikit ketegangan yang tidak tahu dari mana asalnya

Ketegangan yang mengingatkan akan sebuah penantian panjang, yang terkadang meremukkan perasaan manunsiawi

Senin sore 13 Mei, Pak Benjamin saya siap datang menunggu kepastian :)

Test bloggeroid

Posted by datu

Ada aplikasi baru namanya bloggerdroid, hmmm ini pertanda saya harus mulai nulis lagi haha

Selepas Hari yang Biasa

Posted by datu

Seorang kawan bercerita tentang pengalamannya. Tentang kondisi yang sangat jauh berbeda dari apa yang selama ini kami alami.

Kami heran, dan mulai berdiskusi tentang perbedaan ini.

Disparitas yang sangat jauh berbeda di jarak sedekat ini membuat kami bersyukur bahwa jalan yang kami tempuh selama belasan, dan duapuluhan tahun ini membawa kami, dan ribuan kawan lain sampai ke titik ini.

Sebuah pemikiran yang berbau nihilistik menggoda otak ku, ...

untungnya kata-kata ini kembali membawa ku ke dunia nyata.

Mintalah maka kamu akan diberi
Carilah maka kamu akan menemukan
Ketuklah pintu maka pintu akan dibukakan bagimu



Waktu yang Tidak Bisa Menunggu

Posted by datu

Sang waktu dengan begitu gagahnya memburu dan menghantui ku.


Tersadar jika memang tidak ada yang bisa dilakukan untuk menghindarinya,

Aku memulai percakapan dengan kawan yang katanya berada di atas awan pagi ini dengan sebuah permintaan maaf.

salam penuh kehidupan!

Amphiteater Raksasa

Posted by datu

Bagaikan seorang pesilat yang akan menjalani kehidupan persilatannya, masa-masa untuk turun gunung gading ITB pun semakin dekat (nampaknya). Sudah selayaknya sebelum seorang murid akan pergi berperang membawa nama baik perguruannya, nama gurunya, ataupun nama asisten praktikumnya, dia akan menjalani masa pendadaran; comprehensive review jika anda lebih mengenalnya dalam bahasa negeri seberang.

Waktu untuk seperti pun telah tiba bagi saya. Selama sebulan ke depan saya akan menjalani masa-masa itu, di sebuah tempat yang sangat eksotis,

Jika Tuhan adalah seorang arsitek, mungkin tempat saya ini adalah sebuah milestone terpenting dalam membentuk konsep mahakaryanya yang sangat luar biasa di bumi ini. Mungkin bisa diibaratkan sebagai lukisan corat-coret Raden Saleh sebelum melukis Penangkapan Pangeran Diponegoro nya yang terkenal jika Tuhan adalah seorang pelukis.

Tempat ini memiliki beberapa nama, tetapi bagi saya nama yang paling deskriptif dan cocok adalah amphiteater raksasa. Dibabtis dengan nama seperti ini karena bentukan morfologinya yang layaknya sebuah apmhiteater raksasa. Dikelilingi oleh dinding-dinding batuan yang tercipta karena gaya kompresi yang luar biasa besarnya, tempat ini serasa memiliki atmosfir tersendiri, sering saya lihat terkadang anda bisa melihat awan bergelantungan sangat rendah di tempat ini.

Sangat disayangkan dalam waktu-waktu ke depan saya akan jarang mengisi tulisan dalam blog saya ini, tetapi bukan berarti saya tidak menulis sama sekali. Saya dan beberapa kawan memutuskan untuk mendokumentasikan pengalaman selama sebulan ini dalam sebuah blog Totogan Satu . Jika anda berkenan sempatkanlah waktu barang sejenak untuk berkunjung ke sana, gaya penceritaan yang berbeda, ringan, dan jenaka adalah yang bisa saya tawarkan, selebihnya silahkan anda interpretasikan sendiri :).

Di tengah-tengah amphiteater raksasa ini mungkin saya sedikit terasing dari peradaban ( indomaret dan sinyal tv adalah indikator peradaban yang tidak bisa anda temukan di sini), saya mungkin akan semakin akrab dengan hal-hal yang sebelumnya hanya terlewatkan saja, tidak pernah menjadi pusat perhatian saya, atau barang-barang yang selalu menemani saya tetapi tak pernah saya perhatikan lebih jauh.

Dalam percakapan malam saya dengan seorang kawan yang katanya berada di atas awan, saya meminta Dia untuk selalu menjaga anda dan memberikan kebahagiaan dalam seluruh perjalanan hidup anda selanjutnya.

Salam


(foto di Kali Gending.)


Sang Waktu yang Nampak Melunak

Posted by datu Label: ,

Rabu 30 Mei 2012


20.00


" Gilak, malam ini ngelembur nih buat ngejar batas akhir pengumpulan"


21.30


"Brur, kayaknya ga bisa beres malem ini, dilanjutin besok aja toh masih sampai jam 12 malam"


"Ok, besok ngampus pagi yak, jam 7 an lah kita ngerjain dari pagi"


"Ok"


---------------------------------------------------------------------------------------------
Kamis 31 Mei 2012


09.00


"Beres kuliah aja lah ya beresinnya - jam 11 mulai,  jam 4 kita minta direview sama bos di lantai 3"


"Ok, asal ga wacana lagi aja"


11.00


"Wah gw ada kerjaan dari bos di lantai dasar nih coy, lo beresin kontur ya, ntar kalau bisa cabut gw cabut deh, pakai laptop gw aja"


"Yo, "


15.00


"Gimana bro? Belum dapet nih gw typical value nya, si bos lantai 3 belum ada bukunya trus nyuruh kita pakai nilai yang ada di de Fetter aja"


"Gw juga belum beres nih, tapi santai lah tadi temen kita ada yang nelpon panitianya katanya bisa diundur sampai tanggal 7 ngumpulinnya"
"Kawan kita ini juga masih disuruh revisi sama bos gedung depan kok"


"Serius, diundurr??, ok sip lah tapi beresin aja secepetnya ntar malem beres konturnya ntar gw yang olah datanya deh, besok siang kita ke lantai 3 buat konsultasi sama Pak Bos"


"Ok"


23.59



dan







Waktu pada hari ini terkesan sangat lunak, dan nampaknya saya agak menyalahgunakan kelunakan waktu, dengan menulis di blog ini salah satunya :).

Secuil Nostalgia Sang Pahlawan

Posted by datu Label: , , ,

Masa kecil yang saya alami bukannlah masa-masa yang 'sangat' spesial dan luar biasa, cenderung sangat 'biasa' malah. Teman-teman masa kecil, permainan-permainan yang sangat luar biasa di masanya, menghabiskan waktu dengan berkhayal, ya kira-kira hal-hal tersebut kurang lebih sudah cukup menggambarkan masa kecil saya yang - menurut saya cukup indah untuk dikenang.

saya pun pernah mengalami masa-masa
seperti ini
http://gerryindrapratamaatje.blogspot.com/2011/12/indahnya-masa-kecil.html


Di antara berbagai kenangan tentang masa kecil saya tersebut, ada satu bagian yang malam ini baru terbangkitkan kembali, saya menyebutnya Sang Pahlawan . Kenangan berupa perasaan sentimental dan bukan merupakan sebuah ingantan yang eventual itu kembali merasuki benak saya ketika saya menonton film The Avengers malam ini tadi.

Sang Pahlawan merupakan sebuah bentuk kekaguman saya pada sosok-sosok pahlawan (fiksional biasanya) yang dulu sering menghiasi televisi di rumah kami. Perasaan haru biru, menegangkan, yang dibumbui dengan adrenalin yang mengalir deras pada saat adegan-adegan pertempuran para pahlawan di layar kaca adalah saat-saat yang menyenangkan kala itu, dan malam ini barisan pahlawan karya Stan Lee berhasil menghadirkan kembali perasaan itu.

Pertempuran terakhir di New York City antara 6 orang paling gokil se-jagat raya versi film ini melawan Chitauri dan Loki sang pangeran terbuang dari Asgard selama 20 menit mampu memainkan otak dan perasaan saya, tak terhitung berapa kali terucap kata
wooooow
yeahhhhhhh
dan berbagai macam kata-kata ekspresif penuh kekaguman yang keluar dari mulut saya.

Terlepas dari jalan ceritanya yang cukup standar (ketika hitam dan putih bisa dibedakan dalam sebuah film, maka menurut saya film ini hanya standar saja - tidak lebih) efek-efek khas Hollywood berupa ledakan, animasi, dan CGI yang mantap (ditambah dengan efek 3D ) merupakan hal yang membuat uang 50 ribu saya (ya Rp 50.000, karena saya dengan bodohnya lupa bahwa hari ini adalah hari minggu) tidak terlalu terbuang sia-sia.

Munculnya kembali Sang Pahlawan melalui film ini membuat saya kembali teringat dengan masa kecil penuh kenangan yang telah lewat, ide-ide dan angan-angan masa lalu yang sempat terkubur oleh realitas masa remaja umur 19 tahun kembali bangkit dan menghujani otak saya dengan segala fantasi masa kecil yang sempat terlupakan.

Malam ini bukanlah malam yang produktif untuk saya, tetapi secuil kenangan masa kecil yang terbangkitkan malam ini cukup bisa membuat tidur saya malam ini mimpi dengan indah :), dan semoga hal ini menuntun saya ke jalan penuh produktifitas yang saat ini sangat saya butuhkan.

cao !

Terbang yang Tinggi

Posted by datu Label:


terbang lah yang tinggi
mencapai angkasa tak berbatas
menembus ilusi dalam angan-angan, 
merealisasikan gagasan menggapai impian




Selamat Ulang Tahun Jaket Kuning

Kata dan Keheningan

Posted by datu Label: ,

Komunikasi merupakan bagian yang sangat lekat dengan kehidupan (paling tidak dengan kehidupan saya). Dalam sebuah refleksi di sebuah hari minggu pada bulan Mei, saya cukup terhenyak dengan realitas yang cukup mencengangkan. 

Kecenderungan manusia tenggelam dalam komunikasi yang semakin deras dan intens, yang semakin tidak mengenal ruang dan waktu; membuat kita cenderung melupakan salah satu unsur dari komunikasi yang cukup penting. Kata dan keheningan merupakan dua unsur yang membangun sebuah komunikasi; dan unsur yang kedua inilah yang sering kita lupakan.

Kata memang sudah cukup memberi wadah dan kemasan bagi pemikiran kita yang kita sampaikan lewat orang lain dalam komunikasi, tetapi komunikasi yang terjalin hanya dengan kata semata tidak akan menjadi sebuah komunikasi yang membangun persaudaraan, dan menuntun kepada kebenaran. Dengan hanya ber kata - kata tanpa menyempatkan waktu untuk hening dan merefleksikan kembali dan mengevaluasi segala perkataan kita, mata (hati) kita akan semakin kabur dan mungkin saja tanpa sadar kata-kata itu menuntun kita ke dalam jurang yang kelam.

Keheningan juga bisa berarti memberi kesempatan kepada rekan komunikasi kita untuk memberi umpan balik, memberi kesempatan untuk kita mendengar dan mencurahkan perhatian bagi orang lain.

Kata akan membangun ego, dan keheningan merupakan sebuah cermin untuk melihat kembali seberapa tinggi ego telah terbangun di sekeliling mata (hati) kita.

Komunikasi bukan hanya berbicara tetapi juga mendengarkan
bukan hanya bersuara tetapi juga diam

Arah (Pencapaian) Baru

Posted by datu Label: , ,

Beberapa hari ini saya mengalami sebuah kesadaran yang cukup unik, ketika itu saya merenungi dan merefleksikan kembali masa-masa lampau yang dulu pernah saya lalui, terlintas dalam pikiran saya bahwa dalam setiap masa hidup yang saya lalui, saya selalu hidupi masa-masa itu dengan mengejar sesuatu entah itu proyek, atau pencapaian tertentu. Ketika saya memasuki masa kuliah hal yang sama berlaku, ketika TPB pencapaian akademik adalah hal yang menjadi pusat target saya, pun demikian ketika masuk tahun pertama di jurusan. 

Hal yang sedikit berbeda adalah ketika saya masuk ke tingkat tiga, oleh seorang kawan saya diajak untuk melihat suatu bentuk pencapaian baru, suatu pencapaian yang tidak lagi egoistik, suatu pencapaian yang bukan mengenai diri saya, tetapi untuk sesuatu yang lebih besar. Bentuk pencapaian ini lalu kami wujudkan dalam sebuah proyek kecil-kecil an sebuah proyek yang kami babtis dengan nama Pasar Malam (di lain kesempatan saya akan mencoba menuangkan pengalaman saya dalam proyek ini, tetapi tulisan kali ini tidak akan banyak berbicara tentang hal itu). Proyek ini mungkin sebentar lagi akan selesai dan semalam saya mulai berpikir tentang pencapaian baru yang akan coba saya kejar di masa-masa setelah proyek Pasar Malam usai.

Suatu bentuk pemikiran - oleh bantuan seorang kawan, telah mulai berwujud dalam benak saya. Mungkin memang masih terlalu random, dan abstrak tetapi saya yakin akan bisa menghidupi hal ini di masa-masa mendatang.

Pencapaian baru ini belum bernama, belum berbentuk tetapi pencapaian kali ini berkaitan tentang daerah saya. Dalam segi skala mungkin lebih besar dari proyek saya sebelum ini tetapi, yang membuat saya nyaman karena dengan menghidupi pemikiran tentang pencapaian ini saya merasa dekat dengan tanah kelahiran saya, keluarga, dan kawan-kawan lama saya.

Tulisan kali ini tidak berbicara panjang lebar tentang substansi hal ini tetapi ya, saya cuma pingin nulis aja bahwa suatu bentuk pemikiran telah kembali menawan hati saya.

Selamat hari minggu.

Cerita Malam Natal

Posted by datu

Tanggal 24  Desember malam bukan hari yang selalu spesial, bukan hari yang berbeda dengan yang lain, bukan pula hari yang terlalu biasa untuk dilupakan. Dahulu saya memahami hari ini sebagai sebuah tradisi yang selalu saya ikuti setiap tahun, tradisi natal (saya menyebut perayaan natal sebagai tradisi karena suatu hal) yang selalu membuat keluarga besar saya kerepotan, pulsa habis untuk mengirim sms selamat natal, dan berbagai macam hal lain yang mungkin akan jarang saya alami di hari lain. 

Tahun ini saya kembali merayakan tradisi ini di tanah kelahiran saya - tempat saya menghabiskan natal selama 19 tahun terakhir. Berbeda dengan beberapa tahun belakangan, kali ini saya memperhatikan sesuatu yang cukup menggelitik hati berkenaan dengan perayaan natal tahun ini. Sesuatu tentang tradisi perayaan natal di gereja kami.

Layaknya sebuah hajatan besar, gereja kami selalu ramai setiap hari raya (tidak hanya Natal melainkan juga Paskah). Sekitar 3500 an orang hadir di satu waktu yang bersamaan di gereja kami untuk merayakan Misa Malam Natal tahun ini. Hal yang saya sadari adalah betapa majemuknya jemaat di gereja kami. Hal tersebut bisa saya lihat dengan jelas dari gaya berpakaian (yeah, fashion define yourself) yang sangat beragam, ada yang elegan, modis, kaku, norak, sangat dipaksakan, dan berbagai macam gaya lain yang sangat ajaib. Semua orang dengan berbagai macam agama fashionnya membaur satu sama lain di gereja kami, suatu hal yang mungkin akan sangat jarang ditemui di tempat ataupun kesempatan lain.

Pastor yang memimpin misa menanggapi kemajemukan jemaatnya denga cukup bijaksana, dia berkotbah dengan bahasa yang sangat sederhana (lugas) dan cenderung satu arah ( berbeda dengan pastor di tempat saya biasa misa di Bandung, yang sangat abstrak dan figuratif - tetapi menarik sih); sehingga semua orang menangkap poin-poin yang dia sampaikan dengan sangat mudah. 

Kesederhanaan inilah yang menyentuh, sungguh kontras dengan berbagai macam cerita natal dari berbagai kawan yang sering saya dengar. Saya hidup 19 tahun dengan semangat kesederhanaan seperti itu tetapi baru kali ini hal tersebut benar-benar saya sadari.

Jika boleh beranalogi seseorang yang hidup sekitar 2000 tahun yang lalu pun demikian, lahir dengan segala kesederhanaannya, hidup dengan sangat sederhana, dan hal-hal lain yang sama sekali tidak menggambarkan kemewahan dan kompleksitas yang tidak perlu.

Kadang saya berpikir dengan cukup nekat, bahwasanya telah terjadi pergeseran yang sangat jauh dari nilai-nilai pakem natal yang sebenarnya, hmm tapi siapalah awak ini yang boleh menilai tentang arti natal. Semua itu kembali ke otak dan hati masing-masing orang yang katanya merayakannya.


cukup abstrak dan dangkal, tetapi inilah usaha saya yang cukup besar untuk meluangkan waktu di depan laptop di malam natal yang superb, di tahun ini.




Selamat Natal

Komitmen

Posted by datu Label: ,

Sebagian manusia cenderung untuk mengikuti hukum termodinamika (ga tahu yang keberapa), yaitu hidup bebas. Kebebasan yang memiliki makna sangat absurd membuat definisi dari kata ini sangat kabur. Menurut saya kita belum bisa mendefinisikan kebebasan, sebagian hanya bisa membatasi maknanya saja tetapi yang lain hanya mampu menerimanya.
...

Pagi ini saya terbangun dengan semangat yang tidak terlalu ok. Mencoba menata ulang berbagai hal yang ada di kepala (euforia mempelajari sequence stratigraphy, himpitan tugas yang telah ditunda untuk beberapa minggu, UAS yang mau datang menjelang, dan beberapa perasaan yang susah didefinisikan) ,membuat laptop dan dunia maya menjadi pengalih perhatian yang sempurna, browsing film-film yang belum sempat ditonton, skiming facebok page, memasang jadwal UAS sebagai background, dan membuat tulisan di blog.

Sempat saya sadari juga ternyata pagi hari yang seperti itu adalah pagi yang tidak produktif, dalam waktu 3 jam tidak ada yang bisa saya hasilkan - mungkin hanya beberapa film bagus yang layak untuk ditonton yang berhasil saya download, tetapi selebihnya adalah pure wasting time. 

Ketidakproduktifan ini setelah saya liaat lebih jauh meungkin adalah bagian dari efek kebebasan yang mengganggu otak saya. Ketidakproduktifan akibat terbelenggu oleh kebebasan, mungkin lebih bisa menggambarkan.

Hufff, manusia memang super aneh, (saya juga bagian dari 4 milyar barisan freak squad ini). Kebebasan yang diharapkan sebagai sebuah kondisi 'stable' menjadi sebuah belenggu untuk produktifitas bagi sebagian orang seperti saya.

Mungkin sudah selayakanya saya mendeklarasikan Commitment is the new Freedom, kadang sebuah ikatan yang 'pas' adalah sebuah kebebasan yang lebih tepat daripada sebuah kebebebasan yang saat ini ada dalam bayangan saya.
...

agak sedikit tidak jelas dan absurd kemana arahnya, ya tetapi itulah saya hitam, gempal, absurd, tetapi baik hati. :p

Selamat Menikmati Bulan Desember

berdiam dalam dilema

Posted by datu Label: , ,

tempo melaju tak terbendung
mengiringi langkah sepi mangalun
terpekur raga menatap dilema
memandang visi yang tampak selalu sama

rasa di jiwa telah tersaturasi
cipta dan karsa pun tak nampak berbeda

tertegun raga dalam tanya
akan jiwa yang terus berdiam dalam dilema

api yang mengurai jawabnya
akan jiwa yang terus berdiam dalam dilema

hangat terbakar dalam diam
menuai senyum-senyum kehampaan
mengisi cercah-cercah cahaya dalam gulita

dalam kehangatan dan cercah cahaya semu
jiwa pun hanya termanggu
tak mampu beranjak melepas dilema

jiwa yang terdiam dalam dilema
jiwa yang terjerat api dunia

Pertama#1

Posted by datu Label: , , ,

Pengalaman pertama pasti akan selalu meninggalkan kesan yang tak terlupakan. Malam pertama, ciuman pertama, dan banyak hal lain. Tak heran di tahun 90-an banyak musisi kita membuat lagu yang banyak berkisah tentang pengalaman pertama mereka. Kali ini aku akan menceritakan pada kalian pengalaman pertama ku, perkenalan pertama ku dengan blog. Sesuatu yang sempat menyita pikiranku 5 tahun yang lalu, sempat hilang, 2 tahun yang lalu muncul lagi, hilang, dan akhirnya beberapa bulan yang lalu kambali menyita pikiranku.

SMP adalah saat yang cukup spesial dalam kehidupanku, saat itulah aku berkenalan dengan teknologi yang saat ini menjadi penopang utama perputaran informasi di dunia, ya aku berbicara tentang internet dan khususnya web (God bless Tim Berners Lee). Game online merupakan katalis perkenalan kami, saat itu Ragnarok merupakan fenomena tersendiri di kalangan kawan-kawan ku, (populer di kalangan geek mungkin lebih tepat). Fenomena tersebut mendorongku untuk ikut mencobanya, merasakan sentuhan langsung dari game yang sangat adiktif kala itu. Seorang kawan menawarkan diri untuk menjadi perantara dalam perkenalan kami. Long story short aku mulai terjerumus dalam dunia maya .

Perkenalan awal tersebut membawaku berkenalan dengan berbagai teknologi lain seperti mesin pencari, dan tentu saja blog.

......bersambung


notes:
tulisan seperti ini cukup jarang tampil dalam blog-blog saya terdahulu, dan mungkin kawan-kawan menyadari sedikit perubahan gaya bahasa yang digunakan dalam blog ini. Satu alasan yang cukup tepat adalah...... eksperimen!


enjoy :)

Cerita Secangkir Kopi

Posted by datu Label: , , , ,

"On the eighth day God created coffee"

Kopi memiliki cerita tersendiri dalam hidup setiap orang, aku pun demikian memiliki cerita tersendiri tentang secangkir minuman yang sering menemani ku menghabiskan malam pertempuran dengan tugas-tugas kuliahku. Sebagai seorang penikmat kopi, aku belum memiliki jam terbang yang cukup tinggi layaknya kawan-kawan kos ku.

Di antara semua jenis kopi, kopi luwak merupakan legenda tersendiri dalam dunia perkopian. Mengalami proses fermentasi dalam tubuh luwak, membuat kopi ini memiliki rasa yang khas dan berbeda. Namanya yang sudah melegenda di dunia perkopian membuat semua penikmat kopi menganggap kopi luwak ini adalah tahap paling paripurna dalam menikmati kopi. 


Aku pun demikian, tak sabar rasanya ketika tahu bahwa tahap paripurnaku akan segera tiba. Suatu hari seorang kawan menawariku secangkir kopi luwak buatannya. Aroma kopi yang menusuk hidung membuat pikiranku sejenak melayang membayangkan cita rasa yang nanti akan ku kecap, 'amboi nian' pikirku.


Seteguk demi seteguk kopi legendaris itu melwati kerongkonganku, ku kecap dengan rasa penasaran dan penuh harap, tetapi entah kenapa sedikit rasa kecewa merasuki pikiranku. "Tak senikmat cerita orang-orang," otakku berteriak dalam diam. Aku terus mencecap sambil berusaha menceran semua rasa yang hinggap di lidahku.


Kawan-kawanku mulai melihat ekspresi kecewaku, "Gimana rasanya, dat?" mereka bertanya. Sambil nyengir dan sedikit tertawa aku menjawab, "ga tau nih mas, lidahku belum layak merasakan cita rasa semahal ini nampaknya, kok gak kerasa ya bedanya?"
Gelak tawa membahana di ruang communal kos ku. "Wah amatir lo dat, barang sebagus ini kok ga kerasa nikmatnya" celoteh kawanku. "Yah tak apalah" otakku berkilah, mungkin masih terlalu cepat 10 tahun perjalanan per-kopi-an ku untuk mencapai paripurna.

salam, :)

Keranjang Rotan

Posted by datu

Sebuah fiksi yang benar-benar memukau cipta, rasa, dan karsa saya beberapa tahun yang lalu. Sebuah tulisan yang mengawali kembalinya gairah menulis saya.

Di sebuah perkampungan di daerah terpencil di kawasan kaki gunung meratus, hidup seorang nenek yang sangat tua bernama mbah Wiryo. Usianya kurang lebih 75 tahun, ya maklumlah bila dilihat dari banyaknya keriput di wajahnya.
Di perkampungan itu dia tinggal hanya berdua, dengan seorang cucunya yang bernama Kartijo. Mereka berdua tinggal di sebuah gubug tua dan reyot tak jauh dari sebuah sungai kecil yang melintas di pinggiran perkampungan mereka.
Di usianya yang sudah senja mbah wir, begitu dia biasa disapa, masih rajin ke gereja. Dia adalah seorang katolik yang taat, yah mungkin orang yang akan cukup jarang kita temui di masa-masa mendatang.
Tetapi meskipun begitu, yah meskipun ini sangat manusiawi untuk orang sesusianya, dia adalah orang yang sering lupa, lupa akan banyak hal. Bahkan termasuk homili pastur yang dia dengar di gereja pun dia lupa. Jika pulang dari gereja, dan anda menanyainya "Mbah tadi homilinya tentang apa?" ato sekedar "Tadi yang memimpin misa pastur siapa?" dia pasti sudah lupa, meskipun baru beberapa menit yang lalu misa baru usai.
Yah keadaan seperti ini akhirnya membuat cucunya kesal, ya karena Kartijo inilah yang selalu mengantar mbah wir ke gereja, dia berpikir sia-sia mengantar neneknya sendiri ke gereja jika kotbah pastur yang dia dengar saja langsung lupa, jadi apa gunanya dia mengantar neneknya itu.
Suatu hari minggu sepulang dari gereja Kartijo menanyai neneknya

"Mbah tadi homilinya tentang apa?"

"Wah, apa ya le, lupae simbah."

dengan agak gusar kartijo menambahi

"Hla kalo lupa kaya gini, apa gunanya simbah ke gereja, sudah besok2 simbah g usah ke gereja, minta dikirim komuni ke rumah aja."

terdiam sebentar mbah wiryo lalu mengambil sebuah keranjang rotan lusuh di dapur, dia berkata kepada Kartijo

"Le, ini tolong disi air dari sungai seberang itu"

"Buat apa mbah?"

"Yah pokonya kamu ambil saja, nanti simbah kasih tau"

dengan berat hati kartijo mengambil keranjang dari tangan mbah wir lalu berangkat ke sungai. Di sungai dia berusaha terus-tersusan untuk mengambil air, tapi ya namanya juga keranjang, gak akan bisa buat ambil air.

Kartijo akhirnya menyerah dan pulang

"mbah yang namanya keranjang kaya gini gak bakal bisa buat ambil air."

sambil tersenyum dan mengambil keranjang dari tangan cucunya itu dan berkata

"yah paling tidak sekarang keranjangnya jadi bersih."

Kartijo terdiam lalu dia mengetahui maksud neneknya itu, yah mulai saat itu dia tidak pernah mengeluh mengantarkan neneknya ke gereja.

Blogging di Tempat Baru

Posted by datu Label:


Beberapa minggu yang lalu saya barusan menginstall CMS Wordpress yang 2.9.2. Tampilannya keren, user interfacenya oke, gara-gara itu jadi muncul beberapa niatan untuk pindah tempat blogging di WP. Tapi setelah beberapa saat mempertimbangkan saya lalu mengurungkan niatan saya buat blogging di WP. Alasannya simpel, buat blogger yang kapasitasnya cuma seperti saya, blogspot udah cukup kok, daripada mikirin CMS nya mendink saya mikirin content blog saya biar tetap terjaga mutunya.

Yah emang beberapa waktu belakangan ini isi blog saya mengalami kemuduran kualitas yang cukup signifikan. Banyak posting yang sebenarnya ga layak untuk tampil di blog, tapi tetep aja nampang di blog saya ini. Banyak hal yang mempengaruhi antara lain keterbatasan sarana, waktu, dan inspirasi. Sebenarnya udah agak tabu kalau memakai dalih keterbatasan sarana untuk membenarkan kekurang produktifan saya dalam blogging, tapi ya itulah keadaannya saya ada sarana akses internet 24 jam yang cepet, tapi itu di KAMPUS. Yah gara-gara itu kalau saya ga di kampus saya ga bisa posting. Lalu kalau bicara masalah waktu emang ga bisa dipungkirin sih kalau buat bikin posting itu butuh waktu, maka dari keterbatasan waktu yang saya punya makanya beberapa post saya agak nyeleneh. hehehe

Yah akhir kata emang saya akhir-akhir ini agak kuarang produktif dalam blogging, tapi ya saya tetap menyukainya haha

We Need Solution We Need Geothermal

Posted by datu Label: ,

If you are watching television or browsing in the internet right now, you will find that Indonesia is facing energy crisis. This problem is not a new problem, it has started years ago, but until now the problem has never been solved. Energy crisis especially electricity is not a simple problem. This crisis causes many cities in Indonesia experienced blackout regularly. This blackout can cause big problems for most people especially for industrial players. The effect of this regular blackout can cause industrial sector loss much money. Looking further, this energy crisis is caused by many reasons, one of them is the over load of electrical burden that is held by PLN’s generator. This over load make the life time of the generator become shorter and easily broken. The limit amount of fossil fuel source and the fluctuating price also has a great contribution to our energy crisis. When oil and coal price is raised the production of energy should be reduced in order to keep the expense of money stable. The other reason is the life style of Indonesian people in using electrical energy. Most of Indonesian people do not use this precious energy wise fully, we often waste electricity for nonsense without thinking that it will cause energy crisis. And the last reason why we suffer energy crisis is the high rate of population growth in Indonesia. Indonesia citizen grow rapidly, therefore the electricity demands also grow in the same rate of the population growth. In order to solve this problem we have to look for new source of energy, to supply our energy demands. Many experts propose to use nuclear energy and the others propose to use geothermal energy. Nuclear energy is clean and efficient; nevertheless the lack of power to overcome international (in this case US) political pressure make nuclear energy is not a good option for Indonesia. This condition makes geothermal energy become the strongest candidate to replace coal and oil to supply our electricity demands. Even though it is less efficient and expensive cost, geothermal is better than the other source of energy to generate electricity because less production of polluting waste, the abundance of source and the system itself that easy to maintenance.
Generating electricity using geothermal is less efficient than the other method, like nuclear power plant, or diesel generator. The causes of its less efficient are the water transport system that is not optimized and the heat loss. In geothermal mechanism, water is injected through long pipe in to high porosity rock layer basement, creating a water reservoir. The heats that exist in this rock layer vaporize the water so the high pressure vapor can flow through second pipe intersected the first pipe, and then moving a turbine. The turbine connected to generator to generate electricity. The high pressure vapor condensed along the way, reducing the pressure of water vapor. This condensation makes the energy to move the turbine reduced. Until now geoscientists cannot optimized this transport system to increase the efficiency of geothermal technology. Beside the unexpected condensation effect, geothermal system has another deficiency factor, the heat loss. Pipes used in this geothermal technology has tendency to absorb heat. The more we want to increase the vapor production, the longer pipe we need, the longer pipe we have, and the more heat to loss. Like all things in this world nothing seems perfect, and so does this geothermal technology.
Although using geothermal to generate electricity seems simple and promising, there is a factor that inhibit the development of geothermal technology in Indonesia, the expensive cost. The electricity produced by geothermal itself is more expensive than the one generated by diesel or coal generator. This high cost majorly comes from the building process cost. Building a geothermal energy plant is not simple. We need to check whether the location where we want to build is suitable or not. A lot of test needed, and the complexity of the observation method make geothermal location survey cost much money, moreover the isotope and porosity test, the most important test to do, cannot be done in short time. Hence, because of these lots of things that cost so much money, building geothermal energy plant cost almost twice than diesel generator energy plant. Actually spending much money in this alternative energy for developed country is not a big deal, but for developing country like Indonesia, which most of the people live in poverty, spend the government budget financing alternative energy program like geothermal energy plant seems useless. The idea of allocating money to finance alternative energy program never been thought by our government. Most of our people think that the money can be more useful if it is used for increasing our people social condition, by giving incentive, or subsidizing the human primary needs. So as long as our government does not start to care of our energy crisis, and haunted by poverty, geothermal energy development will not be optimal.
Since environmental issue is becoming hotter nowadays, reducing carbon emission is important since this green house gas is the main contributor of global warming effect. As a result, now people cannot create systems and machines that produce too much waste that can pollute the air. Dealing with our energy crisis, if we want to create a solution for our crisis, we have to consider the effect of our solution to the environment. Then as the response to this issue, geothermal comes to be an environmental friendly solution. The main reason why we should develop geothermal energy plant is because of the less waste produced by. There are two types of geothermal energy plant model, the open loop model, and the closed loop model. The open loop model still emits gas; however the gas is not green house gas (carbon dioxide) but H2o gas. Like its name, the open loop model of geothermal power plant constructed by pipes and underground reservoir which the injection pipe and the production pipe (the one used to flow vaporized water) does not connected above the ground. So the vaporized water, after moving the turbine comes out freely by out gassing. The second model, the open loop model, is more environmental friendly than the previous model. The water that is transported during the process will not come out to atmosphere because there is not any way out, or in the other words this closed loop model emits no pollution to atmosphere. In spite of its good performance dealing with environmental issue, the closed loop model still needs some improvement in order to keep the water flow in the same rate.
Not like the other source of energy that can be categorized as limited, geothermal energy can be said unlimited. The main source of this energy is earth’s internal heat. This heat exists in everywhere beneath the earth’s layer and has lifetime almost forever. With this characteristic, geothermal energy can be said as the most reliable energy source. So choosing geothermal as our solution for our energy crisis is right. The only thing we have to consider if we want to build geothermal power plant to solve our energy crisis problem is just the location, location where we can put water from upper layer to underground reservoir. It is the most important aspect to consider in building a geothermal power plant. In bad location the energy of geothermal cannot be used as effective as the energy from good location. The term ‘good location’ refers to location where below its surface there are high porosity rock layers. High porosity means, the rock layers have great tendency to let flow liquid matter such as water. High porosity rock layers are found in diverse rock layer, or simply we can say that the source of geothermal energy in a country is based on the diversity type of its rock layer. The more it is diverse, the more chance to find high porosity rock layer to create water reservoir. In Indonesia to find those characteristic is not hard, we have thousands of island that can be nominate as candidate to build geothermal energy plant, in those islands the diversity of the rock layers are amazing, you will find that high porosity rock layers Indonesia can be said everywhere. With this great abundance of geothermal source make Indonesia become the most potential geothermal field in the world, after United States, and Philippine. However not like the other two countries, that have developed their geothermal potential well, we still need to increase the effort to develop all the potential we have in geothermal.
In every technology, the most important process is the maintenance. Good maintenance means longer lifetime of the technology. Maintenance cost is included in the production cost, so maintenance has great influence in how much money we need to spend. The maintenance cost can be varying according to its complexity. The more it is complex, the more money you have to spend. The same way occur in geothermal technology development. We need to maintenance our geothermal power plant regularly, in order to keep the system working in the proper way. However maintenance on geothermal power plant is simpler than the other power plant, such as nuclear power plant. In geothermal power plant maintenance, we just have to check the amount of the water in our underground reservoir, checking the turbine, and checking the pipes. Those checking process is simple, we just need to check the pressure, the condition of the pipe, and the turbine that’s it. Simpler maintenance, imply cheaper maintenance cost. So when Indonesia develops geothermal technology to supply our energy demands, the cost of maintenance will be cheap. Even though at the beginning we need a lot of money to invest, the rest of our infestation will not cost the investor more money. Besides its promising future to solve our energy crisis, geothermal also attract investor to invest their money in this program.
As explained before geothermal technology has two problem, the low efficiency and the high cost. The only thing we can do to overcome the efficiency problem, is research. If we want to increase the efficiency, researches about this field have to be done. Indonesia has many geoscientist and engineer, I am sure may be ten years later, the efficiency of geothermal can be increased. Talking about the high cost, it is true that the energy produced by geothermal is more expensive than energy produced by oil and gas, but it is just temporary, when the development of this technology increase to an significant amount the energy cost will not be expensive anymore, Moreover if the oil price still increasing, the cost of energy produced by geothermal will decrease sooner. Besides those two problems in my opinion the biggest problem of developing geothermal is the government. Infestation in geothermal needs lots of money, like my explanation before, there are some people in the government think that infestation in alternative energy is nonsense compare to subsidizing gasoline price. If we still think that way I am sure that our dependence to oil and gas will not be ended. So to solve this problem we need to do some actions, first we need to do more research in this field. More research means more evidence to influence the government, the second is socialization. We need to enlighten our community about this energy crisis problem, and the solutions that available. If we have done those two actions, the government will not abandon this issue anymore. In summary, building geothermal power plants in Indonesia to solve our energy crisis is promising. Some disadvantages like less efficiency, and the high cost, can be tolerate by the advantages of having this technology like less pollution production, great abundance of source, and easy maintenance. Indonesia should build geothermal power plant to solve the energy crisis problem. It is not easy to start the development, but like my parents always say to me, nothing is too hard if you have started. We just need to start, and let see how this wonderful technology solve our problem.


Tulisan ini saya buat dalam rangka pemenuhan tugas Kuliah Academic writing, benar-benar tulisan yang menguras kemampuan cipta rasa dan karsa saya. hehe

It is not Easy to Study at ITB

Posted by datu Label:


People say being ITB student is a pride, but they miss something. Studying in ITB is not easy. First, ITB students will get a very competitive studying environment in their first year. All ‘TPB’ (first year students) want to get good GPA in the first two semesters in order to be accepted in their preferred major in their faculty. Second, in ITB there are so many extracurricular activities and almost all students have at least one, therefore having a very good time management since you are an ITB students is a need. Third, you will find much time you have to study by yourselves without lecturer, you will not see lecture asking you which part of the subject of the material you have not known. Most of ITB lecturers have side job besides teaching and giving lecture in ITB, so the ability of self learning is a must in ITB. And the last, when you study at ITB, you will be demanded to have good soft skill, so do not be surprised that there will be so many boring and tiring soft skill training you must attend. Even though it seems scary being an ITB student but, that is life. ITB just teach you how to survive in real life.

orang itu perlu santai

Posted by datu Label:

kata orang paling enak kerja itu yang dapat bayaran gede, duduk di belakang meja njuk ada AC di ruang kerjanya. Sebagian orang emang mikir gitu, tapi emang semua orang itu sama? Saya pribadi lebih milih kerja itu yang enak itu kerja yang kita sukai,

seperti kata teman saya Ya, nggak urusan Ya. orang mau bilang apa, yang penting saya suka.
kalau orang jawa bilang prek
kalau orang inggris bilang bullshit

saya orang klaten asli lebih suka bilang Urusan MU nyuk!

hahahaha saya lagi pingin bersantai, tadi sore saya sehabis uts kalkulus, dan uts tersebut benar-benar menguras pikiran saya sampai titik darah penghabisan. Biarlah fungsi parameter berlalu seiring deret Mac Laurin menju ke tak hinggannya , biarlah fungsi dua peubah mencapai nilai dimana dia kontinyu... pokoknya saya sudah enggak ada urusan!
wah gila kelihatannya saya besok harus benar-benar bersantai mungkin jogging di trek lari saraga bisa membantu, bukan trek larinya sih, tapi mbak-mbak nya yang lari :p .

hahaha kok saya jadi kelihatan pervert, hah ga urusan




*)sorry tulisan ini sebenarnya ga layak buat nampang di blog saya ini, tapi dimana lagi coba saya bisa nulis kaya gini. what you see is not always what you get dude , haha?